Pengertian dan Hukum Aqiqah Bandung
Rasulullah SAW memberikan ajaran yaitu melaksanakan aqiqah. Dalam tradisi umat Islam, kelahiran seorang anak
biasanya dirayakan dengan acara aqiqahan. Upacara aqiqah dilakukan dengan cara seperti prosesi
penyembelihan hewan ternak contohnya kambing, setelah itu dibagi-bagikan
kepada keluarga dan tetangga
Pengertian Aqiqah
Menurut bahasa, “Aqiqah” artinya memotong. Karena dalam aqiqah ada pemotongan hewan.
Untuk itu, berdasarkan tinjauan bahasa, aqiqah seyogyanya indentik dengan pemotongan atau penyembelihan hewan.
Sebagian yang lain mengatakan bahwa ‘aqiqah itu arti asalnya adalah
Rambut yang terdapat pada kepala si bayi ketika ia keluar dari rahim
ibu.
Karenanya salah satu prosesi aqiqah adalah mencukur rambut bayi.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengertian Aqiqah adalah :
Sembelihan Kambing (Domba) dengan niat mendekatkan diri kepada Allah,sebagai
ungkapan rasa syukur atas anugerah yang tiada tara dengan lahirnya buah
hati tercinta, meliputi pemotongan domba dengan kualitas terbaik sesuai
kemampuan, memberi nama bayi, mencukur rambut bayi, serta bersedekah
dengan emas/perak seberat rambut bayi tersebut.
Tujuan Aqiqah
Aqiqah bertujuan untuk menghilangkan gangguan dari sang anak sehingga fisik dan akhlak tumbuh dengan baik. Selain itu, tujuan sedekah dalam hukum aqiqah bisa terlaksana.
Hal itu berdasarkan hadist riwayat Bukhari yang berbunyi:
Arab: عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِّىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَعَ الْغُلاَمِ عَقِيقَتُهُ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ دَمًا وَأَمِيطُوا عَنْهُ الأَذَى »
Artinya: Dari Salman bin 'Amir Adh Dhabbi, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Pada (setiap) anak laki-laki (yang lahir) harus diaqiqahi, maka sembelih lah (aqiqah) untuknya dan hilangkan gangguan darinya.'
Jika dilihat
dari sisi hukumnya, aqiqah dapat dibedakan menjadi dua yaitu berhukum
sunnah dan wajib, akan tetapi mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum aqiqah adalah Sunnah Muakkadah (Sunnah yang Utama).
Sehingga para orang tua sangat dianjurkan menunaikannya.
Tapi sebelumnya,para orang tua harus faham terlebih dahulu beberapa ketentuan-ketentuan aqiqah,yaitu:
Jumlah Hewan Aqiqah
Khusus mengenai ‘aqiqah, jenis hewan yang dipergunakan sebagai sembelihan hanya berupa kambing ( domba ), baik jantan atau betina, dengan ketentuan berbeda bagi bayi laki-laki dan perempuan sebagaimana dijelaskan dalam riwayat berikut ini :Dari Ummu Kurz AI-Ka’biyah, Rasulullah SAW bersabda,: “untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Tidak menyusahkanmu baik kambing jantan maupun betina”. ( HR. Ahmad dan Tirmidzi ).
Waktu Penyembelihan Hewan Aqiqah
Berdasarkan pada sejumlah riwayat yang shahih, waktu penyembelihan hewan aqiqah adalah hari ketujuh dari kelahirannya. Dengan demikian ibadah penyembelihan aqiqah menjadi gugur jika sudah melewati hari ketujuh tersebut. Rasulullah saw. bersabda :Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad]
Berikut doa menyembelih hewan :
– Do’a sebelum menyembelih :
بِسْمِ اللَّهِ , اللَّهُ أَكْبَرُ
– Do’a setelah menyembelih :
بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ
Artinya :
Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud)
Setelah mengetahui pengertian dan Hukum hukum aqiqah,sekarang saatnya anda untuk melaksanakan sunnah yang satu ini sesuai dengan hukum yang anda baru saja pelajari.
Mau aqiqah tanpa ribet? tapi sudah terpercaya dan sesuai hukum syariat? Aqiqah nurul hayat solusinya


Komentar
Posting Komentar